Penggunaan Baitul Maal Wat Tamwil di Masyarakat Guna Menunjang Perekonomian di Sengkang, Kabupaten Wajo

Authors

  • Adlin Muktadin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Dwi Julianggara Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55623/au.v2i2.34

Keywords:

BMT, Masyarkat UMKM

Abstract

Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) adalah sebuah lembaga ekonomi yang perjalanannya berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan prinsip koperasi. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran BMT selaku lembaga keunagan non bank yang dimana tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat mikro. Jenis penilitian ini menggunakan penilitian kualitatif deksriptif, repsonden dalam penilitian ini adalah orang-orang yang menggunakan jasa BMT. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa masyarakat Sengkang Kabupaten Wajo sudah banyak menggunakan jasa dari BMT terbilang dari lahirnya BMT di Sengkang sejak 2001 dalam pelaksaannya banyak masyarakat menggunakan jasa BMT dalam bentuk tabungan dan tabungannya adalah tabungan Haji dan Umrah, Tabungan Tamara, Tabungan Zakat, Tabungan Berqurban dan Tabungan Pendidikan bagi santri dan santriwati. Kesimpulannya adalah diharapkan masyarakat yang ingin menabung ataupun meminjam dana untuk usahanya lebih baik menggunakan jasa dari BMT.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azizah, Rana Ayu, and Noven Suprayogi. 2015. “Analisis Keoptimalan Fungsi Baitul Maal Pada Lembaga Keuangan Mikro Islam (Studi Kasus Pada BMT Nurul Jannah Di Gresik Dan BMT Muda Di Surabaya).” Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan 1(12):841. doi: 10.20473/vol1iss201412pp841-852.

Dalle, Syahriah Syahrir. 2016. “Kontribusi Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat (Suatu Tinjauaan Di BMT Girah Kel. Calaca Kee. Wenang).” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 3(2). doi: 10.30984/as.v3i2.341.

Dewi Masyithoh, Novita. 2014. “Analisis Normatif Undang-Undang No. 1 Tahun 2003 Tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Atas Status Badan Hukum Dan Pengawasan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).” Economica V(2):17–36.

Harahap, Soritua Ahmad Ramdani, and Muhammad Ghozali. 2020. “Peran Baitul Mal Wa Tamwil ( BMT ) Dalam Pengembangan Ekonomi Umat.” HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam 7(1):19–29.

Hidayatullah, I. 2014. “Manajemen Pengelolaan Baitul Mall; Doktrin, Sejarah Dan Implementasinya Dalam Upaya Mengembangkan Perekonmian Rakyat.” Iqtishoduna 4(1):85–106.

Ichsan, Nurul, and Husnu Sulukiah Shafriyani. 2019. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro (Studi Pada Nasabah BMT As-Salam).” JIEI: Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 5(01):73–80. doi: 10.29040/jiei.v5i01.464.

Irwanuddin. 2017. “Peranan BMT Dalam Pemberdayaan Ekonomi Bagi Perempuan (Studi KAsus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 Makassar).” Laa Maisyir 5(1):57–80.

Iswandi, Heri. 2019. “Pembiayaan BMT Al-Amin Dalam Meningkatkan Usaha Mikro Di Kota Makassar.” Laa Maisyir : Jurnal Ekonomi Islam 97–109.

Mashuri. 2016. “Peran Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.” IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita 5(2):114–23.

Muttalib, Abdul. 2019. “BMT: Dalam Tinjauan Historis Menguak Fungsi Dan Sejarah Perkembangannya.” Econotica 1(2):1–10.

Nur, A. (2021). Fundamentalisme, Radikalisme dan Gerakan Islam di Indonesia: Kajian Kritis Pemikiran Islam. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2(1), 28-36.

Nur, A., & Makmur, Z. (2020). Implementasi Gagasan Keindonesiaan Himpunan Mahasiswa Islam; Mewujudkan Konsep Masyarakat Madani Indonesian Discourse Implementation of Islamic Student Association; Realizing Civil Society Concept. Jurnal Khitah, 1(1).

Nurfadillah, Risky. 2019. “Peran Optimalisasi Baitul Maal Wattamwil (BMT) Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat Melalui UMKM.” 1–15.

Nur, A. (2021, December). GHAZWUL FIKR AND CAPITALISM SPECTRUM: ISLAMIC STUDENTS ON OLIGARCHY SHADES. In Proceedings of the International Conference on Social and Islamic Studies (SIS) 2021.

Oktavia, D. 2021. “Peran Baitul Maal Wa Tamwil Menghadapi Masalah Sosial Ekonomi Saat Pandemi Covid-19.” Institut Agama Islam Ngeri (IAIN) Bengkulu.

Romdhoni, Abdul Haris, and Dita Ratna Sari. 2018. “Pengaruh Pengetahuan, Kualitas Pelayanan, Produk, Dan Religiusitas Terhadap Minat Nasabah Untuk Menggunakan Produk Simpanan Pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 4(02):136–47. doi: 10.29040/jiei.v4i02.307.

Sahil, Irdlon. 2019. “Potensi Baitul Maal Wat Tamwil(BMT) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia.” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 5(2):33–38.

Sanwani, Titiek Herwanti, and Akhmad Jufri. 2017. “Strategi Penghimpunan Dan Penyaluran Dana Pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Al-Hidayah Di Kabuopaten Lombok Timur.” Iqtishoduna 6(1):34–64.

Saripudin; Udin, M. Munir Asrori, Suryani. 2021. “Pemikiran Ibnu Taimiyah Dalam Praktek Akad Pembiayaan Di Baitul Maal Wat-Tamwil.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam (JIEI) 7(02):553–59.

Sriyana, Jaka, and Raya Fitri. 2013. “Peran BMT Dalam Mengatasi Kemiskinan Di Kabupaten Bantul.” Inferensi, Jurnal Penilitian Sosial Keagamaan 7(1):29–50.

Sudjana, Krisna, and Rizkison Rizkison. 2020. “Peran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Dalam Mewujudkan Ekonomi Syariah Yang Kompetitif.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 6(2):175. doi: 10.29040/jiei.v6i2.1086.

Syam, M. T., Makmur, Z., & Nur, A. (2020). Social Distance Into Factual Information Distance about COVID-19 in Indonesia Whatsapp Groups. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 269-279.

Tanjung, Muslim, and Arina Movizas. 2018. “Eksistensi Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dalam Perekonomian Islam.” III(1):27–35.

Toyyibi, Abdul Majid, and Imam Mawardi. 2021. “Resiko Transaksi Bisnis Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Studi Kasus Produk Pembiayaan.” BISEI: Jurnal Bisnis Dan Ekonomi Islam 06(01):50–62.

Published

2021-12-27

How to Cite

Muktadin, A., & Muhammad Dwi Julianggara. (2021). Penggunaan Baitul Maal Wat Tamwil di Masyarakat Guna Menunjang Perekonomian di Sengkang, Kabupaten Wajo. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(2), 23–32. https://doi.org/10.55623/au.v2i2.34
icon-doi : https://doi.org/10.55623/au.v2i2.34