Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir; Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar
DOI:
https://doi.org/10.55623/au.v6i2.566Keywords:
Batti-Batti, Selayar, formula, kelisanan, kepulauanAbstract
Pertunjukan Batti-Batti merupakan permainan kelisanan khas masyarakat Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan. Permainan ini adalah aksi memberi syair antara seorang laki-laki dan perempuan dalam nyanyian. Artikel ini membahas formula yang digunakan penyanyi untuk menghasilkan syair pada permainan Batti-Batti. Artikel ini menjawab permasalahan tersebut dengan menggunakan teori formula kelisanan Parry-Lord. Dalam teori ini menjelaskan bahwa dalam praktik kelisanan penyanyi tidak mengandalkan memori, melainkan mnemonik. Mnemonik dapat hadir apabila penyair menguasai formula permainan. Formula terdiri atas formulaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan meminjam metode perekaman kelisanan Ruth Finnegan. Adapun proses analisis dilakukan dengan perekaman, transkripsi, dan analisis. Artikel ini menemukan bahwa ada tiga formula pertunjukan Batti-Batti, yaitu struktur utama pada pertunjukan Batti-Batti yang meliputi kebahasaan, syair pembuka dan penutup, dan penonton; adanya pola irama melodi vokal yang berbeda antara penyair laki-laki dan perempuan, dan; repetisi yang terdiri atas repetisi keseluruhan larik, repetisi sebagian larik, dan repetisi sebagian dan keseluruhan larik.
Downloads
References
Ajimisan, S. O. (2023). Minstrelsy, Apprenticeship, Origin and Features of Biripo, the Ilaje Folk-Poetry. Randwick International of Social Science Journal, 4(2). https://doi.org/10.47175/rissj.v4i2.669
Ariyani, F., Hidayatullah, R., Putrawan, G. E., Perdana, R., Sulaeman, D., & Dzakiria, H. (2023). Translating the Lampung Oral Literature into Music for Educational Purpose: A Case Study of Pisaan on the Indonesian Island of Sumatra. Education Research International, 2023. https://doi.org/10.1155/2023/8643881
Banda, M. M. (2016a). Teori Modal dalam Pewarisan Tradisi Lisan. In Prosiding Seminar Nasional: Sastra, Budaya, dan Perubosial.
Banda, M. M. (2016b). Tradisi Lisan dan Kelisanan Sekunder di Era Global. Seminar Seri Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.
Elsa Juliana, Marwiah, & Iskandar. (2022). Internalisasi Makna Pesan Moral Batti’-Batti’dalam Pemertahanan Nilai-Nilai Karakter Masyarakat Kepulauan Selayar. Jurnal Konsepsi, 10(4).
Emeneau, M. B., & Lord, A. B. (1962). The Singer of Tales. The Journal of American Folklore, 75(295). https://doi.org/10.2307/537850
Encyclopedia of folklore and literature. (1999). Choice Reviews Online, 36(06). https://doi.org/10.5860/choice.36-3081
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. HUMANIKA, 21(1). https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Hamrin, H. (2019). Transformasi Model Gambusu’ Menjadi Gambusu’ Eletrik Pada Musik Batti’-Batti’ Di Kepulauan Selayar Sebagai Praktik Dekulturasi. JURNAL PAKARENA, 4(1). https://doi.org/10.26858/p.v4i1.12981
Harpriyanti, H., Sudikan, S. Y., & Ahmadi, A. (2023). MAMANDA’S ORAL LITERATURE IN INDONESIA: REVIEW OF THE FORM AND FUNCTION OF HUMOR THROUGH A PRAGMATIC PERSPECTIVE. Heranca - History, Heritage and Culture Journal, 6(2). https://doi.org/10.52152/heranca.v6i2.666
Husain. (2015). Korespondensi Fonemis Bahasa Konjo dan Bahasa Selayar (Phonemic Correspondence of Konjo and Selayar Languages). Sawerigading, 21(3).
Idawati, & Verlinda, D. (2020). Peran Sastra Lisan Dalam Pengenalan Budaya Bangsa Indonesia. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.22236/imajeri.v2i2.5095
Laya, R. (2021). Formula in Tuja’i Molo’opu Custom Speech Procession of Leaders Acceptance in Gorontalo Community. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 3(6). https://doi.org/10.32996/jhsss.2021.3.6.1
Rustono, & Pristiwati, R. (2014). Bentuk dan jenis sastra lisan Banyumasan. Lingua, 10(1).
Satria, R. P. (2020). SISTEM FORMULA DAN FUNGSI YANG TERDAPAT DI DALAM SASTRA LISAN MANTAU. Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 2(1). https://doi.org/10.25077/majis.2.1.17.2020
Setyawan, D. (2017). Tantangan Sastra Lisan di Tengah Era Digital. Konferensi Nasional Sastra, Bahasa, dan Budaya.
Shaw, P. (2007). New Directions in Oral Theory: Essays on Ancient and Medieval Literatures by Mark C. Amodio. Modern Language Review, 102(1). https://doi.org/10.1353/mlr.2007.0049
Sukmawan, S., & Setyowati, L. (2022). Using Tenggerese Oral Folktales for Teaching Paragraph Writing: How Good Are the Students’ Composition? Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 3(4). https://doi.org/10.46843/jiecr.v3i4.248
Suparno, A. (2017). MEMAKNAI KEMBALI TRADISI WAYANG POTEHI. LITERA, 16(2). https://doi.org/10.21831/ltr.v16i2.15241
Widihastuti, R. A. (2021). Revitalisasi dan Perubahan Fungsi Sastra Lisan dalam Komunitas Srandul Suketeki. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, 6(1). https://doi.org/10.36722/sh.v6i1.440
Widyanta, N. C. (2018). Antara Teori Formula Albert B Lord dan Musikologi. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 1(1). https://doi.org/10.31091/jomsti.v1i1.503
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zulkifli Makmur, Fitria Nugrah Madani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
