Leksikon ke Spiritualitas: Model Integratif Semantik Qur’ani dan Hermeneutika Sufistik dalam Memahami Konsep Cinta Ilahi
DOI:
https://doi.org/10.55623/au.v7i1.582Keywords:
Semantik Qur’ani, Hermeneutika Sufistik, Cinta Ilahi, Leksikon Qur’ani, Spiritualitas IslamAbstract
Kajian tentang cinta Ilahi dalam Al-Qur’an selama ini lebih banyak dipahami dalam kerangka teologis dan tasawuf normatif, sementara pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik masih jarang diintegrasikan secara sistematis. Padahal, konsep cinta dalam Al-Qur’an memiliki kedalaman makna yang tidak hanya bersifat leksikal, tetapi juga spiritual dan eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep cinta Ilahi melalui model integratif antara semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik guna memahami transformasi makna dari dimensi kebahasaan menuju dimensi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik. Data penelitian diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep cinta, seperti ḥubb, mawaddah, dan raḥmah, serta ditunjang oleh literatur tafsir, karya tasawuf, dan kajian semantik modern. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah relasi makna leksikal, konteks ayat, dan interpretasi sufistik terhadap konsep cinta Ilahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta Ilahi dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna afeksi emosional, tetapi juga mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan Tuhan yang berorientasi pada penyucian jiwa, kedekatan eksistensial, dan transformasi moral. Integrasi semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika makna cinta dalam Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan studi semantik Al-Qur’an dan kajian spiritualitas Islam kontemporer.
Downloads
References
Ali, M., & Maisaroh, S. (2025). Analisis Semantik Leksikal Sakinah, Mawaddah, Rahmah QS. Ar-Rum (30) : 21 bagi Pernikahan Kontemporer. (30). https://www.bps.go.id/id/statistics-
Amri, M. (2013). Perspektif Kaum Sufi. Jurnal Al-Hikmah, XIV(1), 146–159. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_hikmah/article/view/323
Azima, F. (2017). Issn 2549-8983. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman, I(1), 2–172.
Dalam, K. A., An, A.-Q. U. R., Kitab, T., Ruh, T., Ma, A.-, & Imam, K. (2023). Dalam al- qur’an. 6, 85–103.
Damis, R. (2011). Al-Mahabbah Dalam Pandangan Sufi. Sulesana, Vol 6(1), 2. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/8814
Fahimah, S. (2020). Al-Quran dan Semantik Toshihiko Izutsu. Jurnal Al-Fanar, 3(2), 113–132. https://doi.org/10.33511/alfanar.v3n2.113-132
Ghazali, A. M. (2016). Toleransi Beragama dan Kerukunan. Jurnal Agama Dan Lintas Budaya, 1(1), 125–139.
Hanif, M. hanif yuli edi z. (2023). Pendekatan Tekstual; Kontekstual Dan Hermenuetika Dalam Penafsiran Al-Qur’an. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 3(2), 103–116. https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.69
Haoxing, Z., & System, C. (n.d.). HERMENEUTIKA PERSPEKTIF GADAMER DAN FAZLURAHMAN.
Ilmu, J., An, A.-Q. U. R., Tafsir, D. A. N., Dalam, H., & An, A.-Q. U. R. (2023). ن َّ م َ ْ ن َ أ و َ ْ ل ا ُ م ُ ك ْ ي َ ل َ ع ا َ ن ْ ل ز َ َ ما م َ َ غ ْ ل ا ُ م ُ ك ْ ي َ ل َ ع ا َ ن ْ ل َّ ل َ ظ و ُ ا َ ن ْ ق ز ٰ و َّ و َ ر َ تا َ ب ِّ ي َ ط ن ْ م او ُ ل ُ ك ۖ ى ْ ك َ ا م ن َ ن َ و ُ م ل ْ ظ َ ي م َ ُ م َ ل َ ظ ا م ْ ك َ ل و َ و . 3(1).
Kaltsum, L. U. (2017). AYAT CINTA DALAM TAFSIR SUFI (Analisis Kata Ḥub dalam Tafsir Dzū al-Nūn al-Miṣrī). AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur’an, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.47454/itqan.v3i1.42
M. Ghifari Ramadhani, Muhammad Amrullah, F. M. (2024). Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Golongan Orang-Orang Yang Dicintai Allah Dalam Tafsir Al-Azhar. Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 61.
Muttaqin, M. Z. (2021). MAḤABBAH DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SUFISTIK (Kajian Terhadap Qur’an Surat Âli ‘Imrân Ayat 31-32). JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 7(1), 73. https://doi.org/10.24235/jy.v7i1.8323
Rahmawati. (2013). Cinta dalam Pandangan Sufisme. Al-Munzir (Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Bimbingan Islam), 6(2), 237–243.
Rusidi, M., & Istiqomah, D. (2025). Semantik Al-Qur ’ an Tosihiko Izutsu : Relevansi dan Kontribusinya dalam Tafsir Kontemporer. Al Kareem Jurnal Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir, 3(2), 17–30.
Sasri, R. O., Zakiar, & Nurasiah. (2021). Al-Hub Dalam Alquran: Perbandingan Tafsir Al Mishbah Dan Tafsir Al Maraghi. Thullab : Jurnal Riset Publikasi Mahasiswa, 1(1), 33–48.
Suciana & Encung. (2025). AL-AFKAR : Journal for Islamic Studies Dimensi Cinta Ilahi Perspektif Rabi ’ ah Al - ’ Adawiyyah. AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 8(3), 1385–1388. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i3.2782.Dimensions
Suyitno. (2023). Cinta Dalam Kajian Tasawuf (Telaah Pemikiran Imam Al Ghazali). Jurnal Misbahul Ulum, 5(1), 51–65.
Ulum, B. (2022). KRITIK METODE HERMENEUTIKA PADA AL-QUR’AN: Sebuah Refleksi. El-Banat, 12(2), 61253. https://doi.org/10.54180/elbanat.2022.12.2.179-197
Ῑ, T. M., & Hafiidhinillah, U. A. (2026). Cinta Dan Hawa Nafsu Dalam Persfektif Al- Qur ’ an ( Kajian. 05(1), 40–51.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vina Vahira, Nidaul Hasanah, Abdul Rahman, Baso Pallawagau

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
