Membedah Kekerasan dalam Konflik Poso: Analisis Kritis atas Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Perspektif Johan Galtung

Authors

  • Aliya Devi Maharani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.55623/au.v7i1.606

Keywords:

Konflik Poso, Johan Galtung, kekerasan langsung, kekerasan kultural, kekerasan struktural

Abstract

Konflik Poso merupakan salah satu konflik komunal yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 hingga 2001. Konflik ini menimbulkan dampak sosial, politik, ekonomi, serta trauma pada manusia yang berkepanjangan. Konflik Poso ini sering dipahami sebagai konflik yang bernuansa agama antara komunitas Muslim dan Kristen. Namun pandangan tersebut cenderung menyederhanakan kompleksitas faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik Poso melalui perspektif Segitiga Kekerasan Johan Galtung yang membagi kekerasan dalam tiga bentuk, yaitu kekerasan langsung, kekerasan kultural, dan kekerasan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (literature review) melalui buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan konflik Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konflik Poso tidak hanya ditandai dengan kekerasan langsung seperti bentrokan antar kelompok, pembunuhan, pertikaian, namun juga dipengaruhi oleh kekerasan struktural yang muncul dalam bentuk ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik. Selain itu, kekerasan kultural turut berperan melalui penggunaan identitas agama atau kelompok untuk membenarkan suatu tindakan kekerasan. Perlunya upaya untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan tidak hanya mengenai penghentian kekerasan yang terjadi namun juga mengatasi ketimpangan struktural dan membangun budaya damai dalam masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alganih, I. (2016). Konflik Poso (Kajian Historis Tahun 1998-2001). Jurnal Criksetra, 5.

Galtung, J. (n.d.). Violence, Peace, and Peace Research. Journal of Peace Research.

Habsy, B. A. (2017). Seni Memehami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan Konseling : Studi Literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1, 90–100.

Hasrullah. (2009). Dendam Konflik Poso (periode 1998-2001). Gramedia Pustaka Utama.

Ilyas. (n.d.). Kajian Simbol-Simbol Etnisitas dalam Kampanye, Komunikasi Politik dan Pergeserannya pada Pemilukada Kabupaten Poso. Universitas Tadulako.

Khairil, M. (2020). Strategi Komunikasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Korban Konflik Poso. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9 No., 266–279.

Khalikin, A. (2016). Toleransi Beragama di Kabupaten Poso. Jurnal Multikultural & Multireligius, 15.

McRae, D. (2016). Poso: Sejarah Komprehensif Kekerasan Antar Agama Terpanjang di Indonesia Pasca Reformasi (cetakan pe). CV. Marjin Kiri.

Soekanto, S. (1993). Kamus Sosiologi. PT. Raja, Grafindo Persada.

Sulhan, M., & Januri, M. R. (2022). Esensi Agama Dalam Konflik Sosial Di Kabupaten Poso Menggunakan Teori Karl Marx : Sebuah Literatur Review The Essence Of Religion In Social Conflict At Poso Regency Using The Theory Of Karl Marx. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications, 2(1), 15–28.

Susan, N. (2009). Pengantar Sosiologi Konflik. Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Aliya Devi Maharani. (2026). Membedah Kekerasan dalam Konflik Poso: Analisis Kritis atas Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Perspektif Johan Galtung. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 7(1), 160–166. https://doi.org/10.55623/au.v7i1.606