Fenomena Alih Kode dalam Komunikasi Mahasiswa Perantau di Lingkungan Kampus: Kajian Sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.55623/au.v7i1.613Keywords:
Mahasiswa Perantau, Minangkabau, Melayu Pekanbaru, Sosiolinguistik, alih kodeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan faktor penyebab terjadinya alih kode dalam interaksi sosial mahasiswa perantau di lingkungan kampus Kota Pekanbaru. Sebagai ibu kota Provinsi Riau yang didominasi oleh kebudayaan Melayu, Pekanbaru menjadi magnet pendidikan bagi mahasiswa imigran, khususnya dari etnis Minangkabau. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui metode simak libat cakap, teknik rekam secara tersamar, dan teknik catat terhadap tuturan spontan mahasiswa perantau etnis Minangkabau di lingkungan Universitas Islam Riau. Hasil penelitian menunjukkan wujud alih kode dominan berupa alih kode eksternal, yaitu peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Minangkabau atau ke dalam bahasa Melayu Pekanbaru, serta sebaliknya. Faktor penentu aktivitas alih kode ini meliputi pengkondisian lawan bicara untuk membangun solidaritas sesama daerah asal (in-group solidarity), kehadiran pihak ketiga sebagai bentuk akomodasi kesantunan sosial, serta pergeseran topik pembicaraan dari urusan akademis formal ke urusan personal. Keberadaan fenomena ini menegaskan bahwa alih kode merupakan strategi elastis adaptasi linguistik lintas budaya di tengah masyarakat akademik Pekanbaru yang plural.
Downloads
References
Appel, R., & Muysken, P. (1987). Language Contact and Bilingualism. London: Edward Arnold.
Aslinda & Syafyahya, L. (2007). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Ferguson, C. A. (1959). Diglossia. Word, 15(2), 325–340.
Fishman, J. A. (1967). Bilingualism With and Without Diglossia; Diglossia With and Without Bilingualism. Journal of Social Issues, 23(2), 29–38.
Giles, H. (1973). Accent Mobility: A Model and Some Data. Anthropological Linguistics, 15(2), 87–105.
Giles, H., Coupland, J., & Coupland, N. (1991). Contexts of Accommodation: Developments in Applied Sociolinguistics. Cambridge: Cambridge University Press.
Grosjean, F. (1982). Life with Two Languages: An Introduction to Bilingualism. Cambridge: Harvard University Press.
Holmes, J. (2013). An Introduction to Sociolinguistics (4th ed.). London: Routledge.
Jendra, M. I. I. (2012). Sociolinguistics: The Study of Societies' Languages. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
Myers-Scotton, C. (1993). Social Motivations for Code-Switching: Evidence from Africa. Oxford: Clarendon Press.
Myers-Scotton, C. (2006). Multiple Voices: An Introduction to Bilingualism. Oxford: Blackwell.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Poedjosoedarmo, S. (1978). Kode dan Alih Kode. Widyaparwa, 15, 1–33.
Romaine, S. (1995). Bilingualism (2nd ed.). Oxford: Blackwell.
Suwito. (1983). Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Offset.
Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2015). An Introduction to Sociolinguistics (7th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Weinreich, U. (1953). Languages in Contact: Findings and Problems. New York: Linguistic Circle of New York.
Yule, G. (2010). The Study of Language (4th ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Zein, S. (2019). Language Policy in Superdiverse Indonesia. London: Routledge.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutia Oktaviyani, Gita Indiani, Sri Devi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
