Integration Of Islam With Local Culture: A Study Of Maudhu Lompoa Tradition

Authors

  • Syarifah Fauziyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nuraeni S Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Marwati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh Kadril Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55623/au.v7i2.678

Keywords:

Islamic Integration, Local Culture, Maudhu Lompoa

Abstract

Penelitian ini membahas tentang integrasi budaya Islam dengan budaya lokal dalam tradisi Maudhu Lompoa di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi sejarah integrasi Islam dengan budaya lokal. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis integrasi Islam dalam prosesi tradisional, integrasi Islam ke dalam nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi, dan dampak integrasi Islam terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dianalisis adalah data lapangan dengan menggunakan pendekatan historis dan antropologis terhadap agama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, photovoice, dokumentasi, dan data kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Maudhu Lompoa mulai diterapkan setelah Islam menjadi agama resmi Kerajaan Gowa pada tahun 1605. Maudhu Lompoa (ulang tahun besar), yaitu ulang tahun Nabi Muhammad SAW, dilaksanakan sebagai metode penyebaran Islam di mana unsur-unsur lokal menjadi bagian penting dari tradisi tersebut, seperti benda-benda tradisional yang terdiri dari bahan-bahan dasar yang diyakini memiliki makna simbolis sebagai harapan untuk mencapai kemakmuran. Dalam perkembangannya, tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi Maudhu Lompoa memiliki serangkaian kegiatan di mana integrasi Islam berada pada tahap persiapan dan pelaksanaan. Tradisi ini bukan hanya peringatan ulang tahun tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan simbol harapan masyarakat untuk mencapai kemakmuran. Nilai-nilai budaya Islam dan budaya lokal yang terintegrasi dalam tradisi ini meliputi dimensi spiritual, dimensi sosial dan komunitas serta dimensi seni dan hiburan. Integrasi Islam dalam tradisi ini berdampak pada kehidupan masyarakat, antara lain; Meningkatkan religiusitas masyarakat dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Latif Dg. Kulle. (2022). Tokoh Masyarakat dan Cicit dari Bate Salapanga ri Gowa. wawancara.

Abdullah, T., & Sharon Siddique. (1989). Islam and Society in Southeast Asia. Institute of Southeasth Asian Stadies.

Ala, A. B. (1981). Kemiskinan dan Strategi Memerangi Kemiskinan. Liberty.

Bagus, L. (2000). Kamus Filsafat. Gramedia Pustaka Utama.

Elizabeth Walter. (2008). Cambrige Advanced Learni’s Dictonary. Cambrige University Press.

Endraswara, S. (2006). Metode Penelitian Kebudayaan. Gajah Mada University Press.

Field, J. (2005). Modal Sosial. Penerbit Bina Media Perintis.

H. Maddatuan (69). (2022). Imam Masjid Tua Hilal Katangka Kabupaten Gowa. wawancara.

Hendra, Budijanto, Ruja, I. N., & Pratama, M. I. L. (2019). Eksistensi Solidaritas Sosial Budaya Maudu Lompoa Dalam Tinjauan Geografi Budaya. Azimut, 2(1), 81–94.

Hermin, Ahmadin, & Asmunandar. (2020). Maudu’Lompoa: Studi Sejarah Perayaan Maulid Nabi Terbesar di Cikoang Kabupaten Takalar (1980-2018). Pattingalloang: Jurnal Pemikiran Pendidikan Dan Penelitiian Kesejaraan, 7(3), 284–296.

Hornby, A. S. (1994). Oxford Advanced Learning Dictonary (A. P. Cowie (ed.)). Oxford University Press.

Kususmastutu, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif (Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo, 2019). Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo.

Lawang, R. (1994). Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Gramedia Pustaka Utama.

Lubis, A., Hermawati, & Nurhasan. (2005). Sejarah Peradaban Islam. Pusat Studi Wanita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mangung, S. D. (2022). Tokoh Masyarakat Sekaligus Cicit Dari Bate Salapanga Ri Gowa. wawancara.

MC, M. R. (2022). Tradisi Maudu Lompoa di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Mile, A. J. T. B. D. (2022). Sejarawan dan Budayawan. wawancara.

Miles, H. (1992). Analisis Data Kualitatif. UI Press.

Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisis. PT. Remaja Rosdakarya.

Nompo, J. D. (2022). Imam Kelurahan Samata Gowa. wawancara.

Riyadi, A. (2018). Tradisi Keagamaan dan Proses Sosial Pada Kaum Muslim Pedesaan. Jurnal Ihya Ulumuddin, 20(2).

Rosadi, A. Z. S. (2023). Dampak Tradisi Ritual Maudu’ Lompoa Terhadap Ekonomi Rumah Tangga Nelayan di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Universitas Hasanuddin.

Saransi, A. (2003). Tradisi Masyarakat Islam di Sulawesi Selatan. Lamacca Press.

Sewang, A. M. (2005). Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI Sampai XVII. (Cet. II). Yayasan Obor Indonesia.

Sunduseng Dg. Mangung. (2022). Tokoh Masyarakat sekaligus cicit dari Bate Salapanga ri Gowa. wawancara.

Suryani. (2018). Strategi Pelestarian Budaya Lokal dalam Menjaga Kesetiakawanan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Sosial, Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI.

Suwaji, B. (1992). Seni dan Budaya Jawa. IKIP Semarang Press.

Syukur, S. (2009). Islamisasi kedatuan Luwu pada Abad XVII. Departemen Agama RI Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Lektur Keagamaan.

Syukur, S., G, W., & Rahmat. (2022). Local Wisdom in Ma’balendo’s Traditional Arts at The Harvest Festival in Belopa Regency. Jurnal Al-Qalam, 28(1).

Yusriana. (2013). Kontribusi Masyarakat Cikoang dalam Tradisi Maudhu Lompoa (Studi Kasus pada Masyarakat Tani di Desa Cikoang Kec. Manggarombang Kab. Takalar Sulawesi Selatan). Universitas Hassanuddin.

Downloads

Published

2026-08-11

How to Cite

Syarifah Fauziyah, Nuraeni S, Marwati, & Muh Kadril. (2026). Integration Of Islam With Local Culture: A Study Of Maudhu Lompoa Tradition. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 7(2), 46–56. https://doi.org/10.55623/au.v7i2.678