Rekonstruksi Pendidikan Multikultural melalui Peristiwa Rengasdengklok: Pelajaran Sejarah bagi Moderasi Beragama di Indonesia

Authors

  • Fahri Hidayat Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri

DOI:

https://doi.org/10.55623/au.v5i2.661

Keywords:

Peristiwa Rengasdengklok, pendidikan multikultural, moderasi beragama, Djiauw Kie Siong

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung dalam Peristiwa Rengasdengklok serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari observasi di Rumah Sejarah Rengasdengklok, dokumentasi, wawancara dengan keturunan Djiauw Kie Siong, serta kajian berbagai sumber historis dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Djiauw Kie Siong sebagai warga keturunan Tionghoa penganut agama Khonghucu merepresentasikan praktik solidaritas lintas etnis yang berkontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari peristiwa tersebut direkonstruksi lima nilai utama pendidikan multikultural, yaitu solidaritas kemanusiaan, penghormatan terhadap keberagaman, kepercayaan sosial, gotong royong, dan kesetaraan warga negara. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi penguatan moderasi beragama melalui pendekatan historis yang memberikan legitimasi berdasarkan pengalaman kebangsaan Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa sejarah nasional dapat direkonstruksi sebagai sumber pembelajaran yang membentuk karakter inklusif, memperkuat kohesi sosial, serta mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pendidikan sejarah, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Pancasila.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Addzaky, K. U., Hasanah, U., & Syarif Zain, Z. F. (2024). Developing Wasathiyah Epistemology: A Literature-Based Study of Moderate Islamic Knowledge in The Post-Truth Era. HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education, 4(2), 199–217. https://doi.org/10.14421/hjie.2024.42-05

Albana, H. (2023). Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 9(1), 49–64. https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849

Atmaja, S. S. (2022). Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX. Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Azhari, P., & Albina, M. (2024). Hakikat Pendidikan Multikultural: Upaya Mewujudkan Masyarakat Toleran dan Inklusif. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3). https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety

Konflik Ideologi Antargenerasi dalam Percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945: Indonesia. JURNAL PENDIDIKAN IPS, 16(2), 98–105. https://doi.org/10.37630/jpi.v16i2.4171

Felder, A. J., & Robbins, B. D. (2021). Approaching mindful multicultural case formulation: Rogers, Yalom, and existential phenomenology. Person-Centered & Experiential Psychotherapies, 20(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/14779757.2020.1748697

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Hidayat, F. (2024a). Integrating Adab and Prophetic Paradigms: Reconstructing Islamic Education through Al-Attas and Kuntowijoyo. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 7(1), 99–118. https://doi.org/10.23971/mdr.v7i1.11758

Hidayat, F. (2024b). Rahmah El Yunusiyah’s Concept of Women’s Education and the Formation of an Islamic Model of Emancipation in Minangkabau Society. EDUJAVARE: International Journal of Educational Research, 2(2). https://edujavare.com/index.php/EDUJAVARE/article/view/1324

Hm, A. R., & Hastuti, H. (2023). Pengembangan Komik Sejarah Berwaktu Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Di Sma. 5(1).

Kiptiyah, S. M. (2018). Gagasan Kebangsaan dan Moderatisme K.H. Mas Mansur (1896 – 1946) Dalam Tafsir Langkah Moehammadijah. 1(1).

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

Martin, L., Gao, J., Köhler, T., & Zhao, Y. (2024). The interplay of multicultural and career identity development. The International Journal of Human Resource Management, 35(8), 1577–1601. https://doi.org/10.1080/09585192.2024.2317726

Mukti, F. A. (2024). Game Edukasi Visual Novel Pengenalan Sejarah Peristiwa Rengasdengklok. Prosiding Seminar Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, 3(1). https://doi.org/10.31284/p.semtik.2024-1.4851

Prakosa, P. (2022). Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 4(1), 45–55. https://doi.org/10.37364/jireh.v4i1.69

Purwanto, Y., Saepudin, A., Shofaussamawati, Islamy, M. R. F., & Baharuddin, D. (2023). Tasawwuf moderation in higher education: Empirical study of Al-Ghazālī’s Tasawwuf contribution to intellectual society. Cogent Social Sciences, 9(1), 2192556. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2192556

Purwasari, D. R. (2023). Konsep Pendidikan Multikultural Dalam Pandangan James A Banks. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 10(2). https://doi.org/https://doi.org/10.69896/modeling.v10i2.1746

Romli, L., Noor, F., Sweinstani, M. K. D., Hanafi, R. I., Sudrajat, A. S., & Bastian, A. F. (2025). Azyumardi Azra on Islamic fundamentalism and wasathiyah: Insights into contemporary Islamic thought in Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 12(1), 2571754. https://doi.org/10.1080/23311983.2025.2571754

Rosalinda, H., Susanti, K., & Nuriyanti, W. (2019). Nilai Nasionalisme dalam Komik: Kajian Semiotika Komik Rengasdengklok. Jurnal Desain, 6(02), 88. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v6i2.3010

Starkey, H. (2021). Classroom counternarratives as transformative multicultural citizenship education. Multicultural Education Review, 13(3), 229–244. https://doi.org/10.1080/2005615X.2021.1964266

Suharya, T. (2020). Meluruskan Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Suatu Kajian Terhadap Buku Teks Pelajaran Sejarah. CHRONOLOGIA, 2(2), 39–46. https://doi.org/10.22236/jhe.v2i2.6107

Zamzami, A. K., Qotrunnadya, F. S., Muhtar, A. K., Pratama, I. A., & Abdul Khobir. (2025). Pendidikan Multikultural: Membangun Kesatuan dalam Keanekaragaman. Cemara Education and Science, 3(1). https://doi.org/10.62145/ces.v3i1.135

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Fahri Hidayat. (2024). Rekonstruksi Pendidikan Multikultural melalui Peristiwa Rengasdengklok: Pelajaran Sejarah bagi Moderasi Beragama di Indonesia. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 5(2), 342–353. https://doi.org/10.55623/au.v5i2.661