Penerapan Student Centered Learning (SCL) pada Mata Pelajaran Kajian Kitab Kuning Di Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.55623/au.v6i2.537Keywords:
Student Centered Learning, Pondok Pesantren, Kitab KuningAbstract
Student Centered Learning (SCL) saat ini diyakini oleh para peneliti dan para tenaga pengajar sebagai pendekatan pembelajaran yang tepat dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun demikian, apakah SCL cocok untuk semua mata pelajaran. Apakah SCL cocok untuk mata pelajaran Kajian Kitab Kuning? Apa tantangan yang dihadapi oleh para asatidz dan santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi ketika menjalankan SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam mengatasi tantangan dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, ada dua jenis data yang akan digunakan yakni data observasional, dan data dokumen dan artefak. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah kajian leterasi, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis naratif, dan analisis konten. Berikut langkah-langkahnya: pengumpulan data, transkripsi data, reduksi data (pengkodean), identifikasi tema, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. SCL bisa digunakan pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning, walaupun masih terdapat beberapa tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Pada saat ini penerapan SCL merupakan keniscayaan walaupun masih terdapat beberapa kendala. Dalam pelaksanaanya masih terdapat dua karakteristik SCL yang belum terpenuhi; Pertama. Kebebasan siswa untuk memilih dan menentukan tema yang akan dipelajari, termasuk cara penyampaiannya. Pada kenyataannya siswa masih belum bisa menentukan tema secara mandiri. Kedua. Tema bersifat optional, bukan keharusan, sehingga guru dan siswa tidak hanya terpaku pada materi yang ada, tapi dapat mengembangkannya secara kreatif. Pada kenyataannya tema masih ditentukan oleh guru (sekolah). Kedua masalah ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak guru dan sekolah.
Downloads
References
Ahmad, H. B. (1989). Kitabut Tashrief. Bangil: Raihan Bangil.
Antika, R. R. (2014). Proses Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning (Studi Deskriptif di Sekolah Menengah Pertama Islam. Biokultur, 251-263.
Nurhakim, A. (2023, Juli 13). Pembelajaran SCL (Student Centered Learning): Tujuan, Manfaat, Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangannya. Retrieved from quipper.com: https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/pembelajaran-scl-student-centered-learning/
Nurhakim, A. (2023, Juli 13). UNTUK GURU. Retrieved from quipper.com: https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/pembelajaran-scl-student-centered-learning/
Rosyada, D. (2015, Juni 10). Student Centered Learning. Retrieved from uinjkt: https://www.uinjkt.ac.id/id/student-centered-learning-2/
Rosyada, D. (2015, Juni 10). Student Centered Learning . Retrieved from uinjkt: https://www.uinjkt.ac.id/id/student-centered-learning-2/
Rosyada, D. (2015, Juni 10). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Retrieved from Kolom Rektor Sebelumnya: https://www.uinjkt.ac.id/id/student-centered-learning-2/
Wahyudin, Y. (2011). Pelajaran Tata Bahasa Arab . Yogyakarta: Mutiara Media.
Wahyudin, Y. (2022). Pengembangan Model Pembelajaran Kitab Kuning Berbasis Metode Alsina. Jakarta: Program Doktor, Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta.
Wahyudin, Y. (2022). Pengembangan Model Pembelajaran Kitab Kuning Berbasis Metode Alsina . Jakarta: Program Doktor Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yuyu Wahyudin, Azmy Ali Muchtar, Muhammadiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
